• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • Tlp: 081234944443
  • SMS/WA: 081234944443
  • BBM : 5B21243B
  • isa.mansur24@gmail.com
Terpopuler:

Kopi Java Jampit

11 September 2015 - Kategori Blog

Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Pada era Tanam Paksa atau Culturstelsel (1830—1870) masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa pulau Sumatera dan sebahagian Indonesia Timur. Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, Mandailing dan Sidikalang. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Sulawesi, Timor dan Flores.

Pulau Jawa sangat terkenal sebagai pulau yang agraris dan banyak hasil bumi yang dihasilkan dari pulau ini. Tanah di Pulau Jawa sangat cocok untuk berkebun dan bertani. Hasil buminya pun sangat menguntungkan bagi warga Pulau Jawa. Misalnya: agave (Agave merupakan tanaman hias yang mempunyai warna daun hijau muda bercampur dengan alur menyerupai pita dan bersisik mirip. Tanaman ini ditemukan pada abad 20), avokad, bawang, beras, cengkeh, buncis, cokelat, durian, jagung, kacang hijau, kacang mede, kacang tanah, kapas, kapuk, karet, kayu manis, kedelai, kelapa, kelapa sawit, kentang, ketela pohon, kina, kopi dan masih banyak lagi.

Salah satu hasil bumi yang terkenal dari Julau Jawa adalah kopi. Kopi yang berasal dari Pulau Jawa di Indonesia ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.

Kopi Jawa Indonesia tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi Sumatra dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi Jawa diproses secara basah (wet process). Meskipun begitu, sebagian kopi Jawa mengeluarkan aroma tipis rempah sehingga membuatnya lebih baik dari jenis kopi lainnya. Kopi Jawa memiliki keasaman yang rendah dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, cuaca, serta kelembaban udara.

Kopi Jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Biji kopi Jawa yang tua (disebut old-brown) berbentuk besar, dan rendah kadar asam. Kopi ini dengan rasa kuat, pekat, rasa kopi manis. Produksi Kopi Jawa Arabika dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian ujung timur Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter. Kopi ini dibudidayakan pertama kali oleh kolonial Belanda di abad 18 pada perkebunan besar.

CITARASA KOPI JAVA JAMPIT

Kopi Java Jampit ini berasal dari perkebunan milik pemerintah di Jawa Timur atau yang lebih dikenal dengan nama PTPN XII. Kopi ini memiliki citarasa yang khas jika dibandingkan dengan kopi Nusantara lainnya, dengan body dan citarasa chocolate aftertaste dengan karamel, citarasa citrus/lemon yang sweet woody.

Kopi yang berasal dari Jawa Timur ini sudah terkenal sejak zaman colonial Belanda. Kopi yang tumbuh di dataran tinggi Ijen ini memiliki citarasa yang unik dibandingkan dengan kopi dari daerah lain di Indonesia yaitu tingkat keasaman yang medium dan body medium.

Semoga artikel ini bermanfaat dan rekomended buat kalian pecinta kopi. Salam pecinta kopi Nusantara !!!

 

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *